Sekolah Orang Tua

Alkisah di sebuah desa di Jawa Tengah hiduplah sepasang suami istri yang berprofesi sebagai pengrajin gerabah.

Meski tinggal di desa, mereka sangat menghargai pendidikan dan memiliki impian agar anaknya bisa meraih pendidikan yang tinggi.

Keinginan mereka untuk memiliki seorang anak yang bertitle sarjana menjadikannya rela bekerja keras demi mewujudkan impiannya.

Alhamdulillah dengan izin Allah anaknya berhasil masuk perguruan tinggi swasta fakultas hukum.

Tapi profesi sebagai pengrajin gerabah membuat mereka bersusah payah untuk membiayai kuliah anaknya di kampus swasta.

Hingga pada suatu hari ketika sang anak harus melunasi biaya tunggakan kuliahnya namun juga belum punya biaya, kedua orang tua tersebut akhirnya menyerah dan mengatakan kepada anaknya bahwa mereka sudah tidak sanggup membiayai lagi kuliah anaknya.

Kepasrahan kedua orang tua tersebut singkat cerita mengundang pertolongan Allah.

Di hari terakhir kesempatan pelunasan tunggakan biaya kuliah anaknya tiba – tiba datanglah mobil dengan serombongan orang berseragam wakil rakyat menghampiri kediaman mereka.

Ternyata yang datang adalah rombongan anggota DPRD Prov. Jawa Tengah yang hendak memesan 50 pcs gerabah dalam bentuk gajah yang akan digunakan sebagai souvenir kenang – kenangan untuk para anggota dewan yang akan pensiun.

Orderan souvenir tersebut diterima, namun saat sang ketua DPRD bertanya berapa harga total untuk 50 pcs gerabah gajah tersebut? Mereka berkata “terserah bapak saja”.

“Lho jangan begitu toh pak, saya harus buat laporan pertanggung jawabannya sama kantor” ucap sang ketua DPRD.

Negosiasi tak berbuah hasil akhirnya orangtua pengrajin gerabah itu curhat menceritakan kondisi anaknya yang terancam drop out karena menunggak biaya kuliah.

Setelah bercerita panjang lebar, ketua DPRD itu akhirnya mengajukan sebuah penawaran kepada bapak pengrajin gerabah, bagaimana kalau harganya senilai dengan tagihan biaya kuliah anaknya?.

Akhir cerita, penawaran itu diterima oleh orang tua pengrajin gerabah dan langsung memberikan sejumlah uangnya kepada sang anak untuk membayar tunggakan biaya kuliahnya sambil berkata “nak, ini kamu bayarkan segera uangnya, mudah – mudahan kamu nanti jadi anggota DPRD

Kisah ini adalah kisah nyata, kini sang anak sudah dewasa dan telah menjadi anggota DPRD prov. Jawa Tengah selama 2 periode.

Sumber: Seminar Parenting “Belajar Menjadi Orangtua Teladan” by Ustadz Cahyadi Takariawan (penulis buku Wonderful Series)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *