Sebelum kita lanjut sharing, pastikan temen – temen sudah baca postingan Dream Comes True (Part 1) nya ya. Kalau belum, klik [DISINI].

Ternyata Allah punya cara sendiri. Allah tahu kalau saya belum sanggup nyiapin semuanya sendirian, Allah juga tahu kalau saya belum punya duitnya, kalau pun Allah kasih duit cashnya, sebabnya dari mana?

Belum tentu jadi barang juga, jangan – jangan pas ada duitnya, kepengennya malah yang laen.. hehe..

Jelang bulan ramadhan 1440 H, saat saya lagi dirumah ortu, malam itu alhamdulillah ada orderan air kangen dari seorang konsumen yang udah cukup lama berlangganan tapi saya belum pernah jumpa langsung, cuma denger namanya aja dari ibu saya, namanya pak YKS.

Pas kebetulan malam itu saya bisa jumpa dengan pak YKS, sambil transaksi, kami kenalan dan ngobrol – ngobrol ringan.

Pendek cerita, di akhir obrolan saya dan pak YKS yang didampingi pak AI di akhiri dengan sebuah “himbauan”, “mampir ke Yayasan, mas Rizal, siapa tahu ada yang bisa kita kerjasamain” 🙂

Hari pun berganti, minggu berganti, sejujurnya saya gak nanggepin serius omongan pak YKS dan pak AI, tapi saya ada niat kapan waktu (gak tahu kapan hehe) mau mampir ke Yayasan, yaa sekedar bangun hubungan antara penjual & pelanggan aja.

Di awal ramadhan, sore itu saya ajak putri kecil saya Khansa jalan – jalan keliling naik motor menyusuri negeri antah barantah di dekat tempat tinggal kami.

Syukurlah bukan babi hutan yang kami temui melainkan kami berdua nyasar ke suatu jalan hutan belantara yang sangat asing hehe..

Meski asing, saya memilih lanjutkan perjalanan, pengen tahu ujungnya kemana. Qodarullah, endingnya kami malah tiba di sebuah jalan perkampungan yang jalan jalannya pernah saya lewati sebelumnya.

Ups, saya salah, bukan kampung, melainkan “tanah masa depan” yang akan semakin ramai karena ada intervensi pembangunan perumahan Ciputra group yang wilayah “jajahan” nya semakin meluas..

Masya Allah di luar perkiraan, sore itu saya & Khansa pun tiba di depan Yayasan yang dimaksud. Karena gak ada niat mampir, saya hanya foto lokasi pagarnya dan langsung mengirim WA ke pak YKS.

“Ini ya pak?” Saya tulis pesan di lampiran gambar WA nya. Tak lama kemudian, pesan pun berbalas, “Ya mas Rizal, kenapa gak mampir?” Tanya pak YKS.

“Insya Allah besok saya mampir, tadi kebetulan lewat aja, ajak anak ngabuburit :)” saya balas lagi WA pak YKS, jawaban basa basi karena terlanjur di todong hehe..

Pendek cerita, yang ternyata panjang ceritanya hehe.. esok harinya saya mampir ke Yayasan untuk memenuhi undangan pak YKS & pak AI.

“Masalahnya bukan bagaimana cara Allah mengabulkan. Jangan Pikirkan bagaimana, tapi mau gak berdoa, mau gak minta. Urusan cara pengabulannya nanti urusan Allah”

Masya Allah saya kira kecil tempatnya, ternyata di balik pagar yang ukurannya hanya cukup untuk masuk satu mobil itu, saya “disambut” dengan hamparan padang hijau, dataran tinggi, seluas 1.4 Hektar lengkap dengan fasilitasnya.

Seperti mushola, air bersih, kantor, parkiran yang luas, asrama, beberapa santri relawan, akses internet, keamanan 24 jam, aula kapasitas 100 orang. Wow..

Alhamdulillah saya bertemu dengan pak YKS dan pak AI sore itu, kami larut ngobrol macam – macam sampai jelang waktu berbuka puasa tiba saya izin pamit pulang karena ada janji bukber dirumah..

Sebelum saya bergegas pulang, pak AI selaku ketua Yayasan berkata, “ayo mas Rizal kita olah bareng tempat ini, kita kolaborasi, dan jadi miliarder bareng”. Eh, “mau banget pak!!” saya tanggapi ajakan pak AI waktu itu, sambil mata berbinar – binar penuh dollar hehe..

“Impian yang sanggup di raih tanpa bantuan orang lain, adalah impian yang terlalu kecil. Punya impian besar artinya percaya bahwa Allah Maha Besar”

Sejujurnya di hari itu saya belum ngeh kalau ternyata Allah udah jawab doa saya yang kepengen banget punya kantor Gebrak, sama sekali gak ngeh.

Waktu itu saya cuma kebayang tempat ini bakalan jadi “MABES POLRI” alias Markas Besar Pebisnis OnLine Republik IndoneSAH, hehe..

Tapi di moment hari ahad, 16 Juni 2019 beberapa hari lalu, saya sadar dan haqqul yakin bahwa ada 3 cara Allah menjawab doa seorang hamba.

1. Diberikan langsung CASH
2. DITUNDA sampai hambanya SIAP menerima
3. DIGANTI dengan yang LEBIH BAIK

Saya rasa, “kegagalan” saya mengakuisisi lahan kosong belakang rumah ortu bukan karena Allah gak mau ngabulin, tapi karena Allah mau ngasih yang jauh lebih baik, yang bikin saya gak cape mikirin, yang gak bikin saya kehabisan dana, tenaga buat ngebangunnya, tinggal duduk manis.

Mungkin Allah mau bilang gini, “kamu belum tentu sanggup Zal, sinih biar Aku yang kerjain”, masya Allah speechless fabiayyi ala i rabbikuma tukadziban T_T

Di pikir – pikir, kalau pun yang punya lahan belakang rumah ortu saya itu ngasih cuma – cuma lahannya, kan tetep perlu di dandanin juga, butuh biaya yang gak sedikit, butuh waktu pula bangunnya.

Masih inget betul baru – baru ini ortu ngebangun kios 3 petak di daerah Cikulur habis biaya 9 digit.

Rezeki itu memang bukan hak milik, REZEKI ITU HAK PAKAI, kata ustadz Salim A. Fillah. Ustadz melanjutkan di satu sesi ceramahnya, ada orang yang gajinya besar tapi rezekinya kecil, lha mendingan mana sama orang yang gajinya kecil tapi rezekinya besar? 🙂

Guru saya pernah bilang, rezeki itu cuma ada 2 jenis, yang kita pakai dan yang kita sedekahin. Saldo rekening yang gak berseri itu uangnya belum tentu jadi rezeki si empunya, lagi asik numpukin harta eh meninggal, lha jadi buat siapa itu hartanya?

Punya yang banyak, pakai secukupnya, sisanya habiskan di jalan Allah, iniiihh cakeepp..

Pengalaman ini, makin menguatkan keimanan saya dan semoga juga Anda yang membaca tulisan ini bahwa rezeki, umur, jodoh itu sudah Allah jamin.

Gak pantes rasanya kita khawatir sama apa yang udah Allah jamin, justru yang belum di jamin itu adalah akhirat kita, seyogiyanya akhirat kita lah yang perlu di khawatirkan.

Saat tulisan ini mengudara, saya sedang duduk ngantor di Mabes Gebrak aka Yayasan Morogen, alhamdulillah.. 🤲🏻 fabiayyi ala i rabbikuma tukadziban

Saya merasa, amanah ini bukan untuk “dimiliki” oleh saya seorang, tapi Allah ingin melalui saya dan barangkali Anda yang ikut terenyuh dengan kisah ini untuk bersama – sama membumikan dan meluaskan kebermanfaatan untuk banyak orang melalui Gebrak atau Gerakan Beraksi.

Tugas kita hanya punya mimpi, minta, BERGERAK. Lalu tugas Allah untuk mengeksekusi dan mewujudkannya.

Siap bermimpi besar?

Mari berkolaberaksi ^_^

YM, 18 Juni 2019

Rizal Muharam
Founder Gerakan Beraksi
bersama untuk berbagi

#DreamComesTrue
#MabesGebrak
#GerakanBeraksi
#BersamaUntukBerbagi
#BuildLEGACY

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *