Guys, yang lagi baca postingan ini, percaya gak kalau skill menjual (selling skill) itu ternyata ‘bakat alami’ yang sebenarnya setiap orang udah punya?

Walau nyatanya Anda gak terjun langsung di bidang penjualan pun, sebetulnya Anda secara nggak ‘ngeh’ akan bersinggungan dengan kejadian jual beli.

Mungkin aja Anda sering mengalami kejadian ini, dan Anda gak sadar kalau sebetulnya Anda itu sebenernya jago jualan. Ampuuun bang jago 😀

Coba yuk inget-inget beberapa kejadian ini:

“Pernah gak, Anda makan atau minum di sebuah tempat lalu Anda ceritain pengalaman itu sama teman atau keluarga dan akhirnya mereka juga ikut membelinya karena penasaran dengan cerita Anda?”

“apakah Anda pernah menyatakan perasaan Anda pada seseorang dan ternyata dia menerimanya?” #uhuk 

Atau, “adakah diantara yang sudah menikah? Siapakah orang yang berhasil meyakinkan pasangan Anda untuk hidup menua bersama Anda?”

Mulai ‘ngeh’ sekarang, kalau ternyata Anda berbakat jualan?

Hebatnya lagi nih, bukan cuma pasangan Anda yang mau “membeli” diri Anda untuk menua bersama, tapi Anda juga sukses besar karena berhasil meyakinkan orang tuanya (mertua) bahwa Anda itu “produk bagus”. Dan itu selling skill tingkat dewa lho 🙂

Baca Juga: Chatting Berujung Closing Part 2

Kalau ternyata nih,  kalau ada yang tetep bersikukuh dengan keyakinan pokoknya saya gak bisa, gak bakat, dan ada orang yang percaya bahwa dia emang fix gak bisa atau gak berbakat menjual, itu tandanya dia BERHASIL MEYAKINKAN mereka kalau dia memang gak bisa, dan itu artinya dia berhasil close the sales, beeuhh..

“keyakinan calon konsumen Anda terhadap produk yang Anda jual tidak pernah lebih tinggi dari keyakinan Anda. Keyakinan itu menular dan tersampaikan lewat cara bicara, bahasa tubuh, mimik wajah, pilihan kata yang disampaikan”.

Artinya, kalau ngomongin cara meyakinkan calon pembeli, syarat pertamanya adalah Anda-nya yang yakin dulu 🙂

3 Tipe Penjual

Order Seeker:

Fokus:
Barang terjual
Minta waktu ketemu
Pokoknya harus beli
Hubungan: jangka pendek

Dampak ke Customer:
Beli cuma sekali
Gak mau ketemu lagi
Jangan deket-deket dia, nanti diprospek

Profesional (Pro):

Fokus:
Membina relasi
Mencari timing yang pas buat ketemu
Bagaimana agar dia beli (teknik marketing)
Hubungan: jika diperlukan

Dampak ke Customer:
Beli kalau ditawarin
Masih mau ditemuin
Aku rekomen dia

Consultant:

Fokus: Kepuasan pelanggan
Dicari customer
Mengutamakan solusi
Hubungan: langgeng kaya teman

Dampak ke Customer:
Nyari – nyari
Senang kalau ditemui
Aku percaya dia

Mau jadi tipe yang mana? Boleh share tanpa izin 🙂

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

×

Assalamu’alaikum.. Salam kenal, saya Rizal Muharam. Sudah punya E-BOOK terbaru dari saya? Silahkan download DISINI